Showing posts with label IHworkspace. Show all posts
Showing posts with label IHworkspace. Show all posts

Wednesday, May 3, 2017

Ngerjain Kitty!

Siang tadi Kitty, Rangga, dan 2 perinya datang ke workshop. Mereka berniat untuk photoshoot Bebajuan, sebuah projek kesenangannya Kitty dan mamanya. Saya diminta untuk jadi model-modelannya Kitty :D Ini saya kasih bocoran fotonya ya, selanjutnya mah kalian langsung ya ke instagram Bebajuan ya!


Selanjutnya saya menodong Kitty untuk me-make over rak display yang berada di ruang tamu workshop. Hahahaha... 


Awalnya rak ini saya kosongkan dulu, setelah itu PR Kitty deh untuk menata-nata. Saya iseng aja pengen jahilin Kitty untuk rapiin rak display ini :D 

Ini dia si Kitty, korban pemaksaan beberes :p

Setelah itu Kitty mulai memasang-masang pot pada rak mulai dari bagian teratas. Kalau saya biasanya mulai dari bagian paling bawah. Kitty mulai memasukkan tanaman yang berpot berwarna ke dalam pot berwarna putih sehingga terlihat seragam. Paling atas pun diletakkannya monstera bolong-bolong. Harap maklum ya kalau perbendaharaan jenis tanaman di kepala saya agak kacau :s


Lalu mulai turun kedua rak dari atas. Kitty meletakkan alphabet light dan vas transparan dan boneka kaktus, Lalu di rak yang ketiga diletakkan beberapa boneka handmade dan tanaman yang lagi-lagi saya ngga tau namanya :D Bagian paling bawah diletakkan tanaman kuping gajah dan xxxxxx. *mungkin teman-teman bisa bantu saya menuliskan jenis-jenis tanamannya. Hohoho.


Di luar rak, di atas lantai barulah diletakkan tanaman yang besar-besar. Yahh sekian ya postingan ngerjain Kitty hahaha... Semoga bisa jadi inspirasi buat kalian yang lagi seneng-senengnya mendekor rumah. Di bagian paling bawah nanti akan saya tulis tempat membeli tanaman/produk yang dipakai untuk mendekornya.


 
Ini sih saya cuma tim hore aja, cuma numpang foto hihihii.


Setelah capek, barulah kami semua naik ke lantai atas untuk main. Main bareng Siska, boneka kesayangan Kitty yang selalu diajak kemana-mana. Dan sepertinya kerap kali stress karena diintimidasi oleh sang majikan hahahhaa...

Siska mendapat teman baru!

Main-main ala-ala Ideku Handmade, Kitty Manu, dan peri-peri.


Plant hanging @livingwithlof
Fiddle plant @emilliegarden
Pink kokedama @emilliegarden
Jumbo cactus @growandgrowid
Shelf @ikea.id
Alphabet light @typhshop
Dannnnn yang paling penting adalah....
semuanya difotoin sama papa tanam-tamanan

Sunday, February 12, 2017

Wisata Malam di Tempat Sendiri

Wuahahaha :D Jangan dipikir ini wisata malam yang gimana-gimana yah. Sejak saya menikah lalu pindah ke BSD dan memutuskan untuk 'memboyong' Ideku Handmade ke BSD juga, semuanya memang jadi berpusat di workshop ini. Yah sekitar 75% lah. Mulai dari mencari ide, membuat design untuk goody bags dan produk lainnya, sampai ngurusin printilan kerjasama dan kolaborasi bareng dengan brand/ pihak lain. 25%nya kemana? 25% dari usaha ini dilakukan di luar workshop. Tahu kan kalau saya juga dibantu dengan beberapa ibu-ibu rumah tangga yang full-time di rumah, atau yang menjalankan usaha lain seperti membuka warung di rumahnya. Setelah tim Ideku Handmade memola-menggunting lalu dilanjutkan dengan menjahit di rumah ibu-ibu tersebut. 

Yang lalu-lalu workshop Ideku Handmade berupa sebuah kamar kecil, lalu pindah ke rumah petakan dengan ukuran kecil dan saat ini Puji Tuhan sudah di sebuah rumah yang setidaknya cukup nyaman untuk kami semua bekerja :)

Rumah ini hanya difungsikan sebagai tempat bekerja dan juga kelas workshop. Sedangkan malamnya hanya dijaga oleh satpam komplek. Huh, sebenernya sayang kan kalau tidak difungsikan maksimal? Sedangkan saya sudah menyediakan tempat tidur untuk beristirahat. Seandainya saya dan mba Nana masih single, pasti kami dengan sukarela tinggal disini. Ups.

Saya udah beberapa kali merayu Daru untuk tinggal disini. Tapi dia masih enggan dengan alasan sepi. "Allllaahh, bilang aja takut kan lo?" :p Buat teman-teman yang kenal dengan adik saya itu, bantuin ngerayu dong. Biar Daru mau tinggal disini :D huahaha.. 

Karena biasanya kami bekerja hanya sampai jam 6 sore, selebihnya di tempat ini langsung krik krik krik... Makanya saya senang sekali kalau ada yang mau datang mengunjungi untuk sekedar makan malam bersama sambil ngobrol ngalor ngidul. Nah kebetulan waktu itu Martha menghubungi saya, katanya ingin datang ke workshop. Senangnya!

Selesai ngantor, Martha lalu datang menepati janjinya. Karena sudah lama ngga ketemu, jadilah obrolan kami semakin panjang. Martha yang juga kerja di sekitar BSD tentunya senang juga karena bisa main tanpa harus capek nyetir (baca: macet-macetan ke Jakarta :D)

Ini Martha :) Udah ibu-ibu tapi tetep awet muda kayak abg ya.
Kami main-main di lantai atas, ruang tempat saya bekerja. Dari atas pemandangannya lebih enak karena bisa langsung melihat keluar dari jendela besar yang ada di kamar. Seneng deh kalau ada teman yang dateng, terus langsung sibuk foto-foto sama bikin instastories :p Lumayan kan dipromosiin sama teman sendiri.


Flower paper backdrop yang saya bikin itu juga sukses juga bikin tiap yang dateng langsung foto-foto di depannya :D Oia, bisa lihat tutorialnya di youtube channel Ideku Handmade di link ini ya :) Kalau tutorial bikin daunnya bisa dilihat di postingan ini :)

Sepanjang ngobrol ya gitu deh, sambil foto-foto :D ya namanya juga cw-cw berkumpul. Apa lagi sih yang dilakuin? :p Satu tips penting buat kalian yang mau dekor kamar dengan  budget minimalis tapi hasilnya bisa maksimal? Terus bisa buat malam kalian di kamar jadi lebih terasa wah ya dengan menggunakan lampu dekorasi atau yang biasa kita sebut dengan lampu natal. Mau ruangan kaya apa, begitu dihias-hias dengan lampu ini ajaibnya semua akan berubah dramatis. Serius, coba deh.

Sumber: Google

Ada banyak sekali jenis lampu hias ini. Ada yang kecil banget sampai dengan besar seperti bola-bola. Ada yang berbentuk lingkaran, kotak sampai bentuk buah-buahan. Warnanya pun bermacam-macam, dari 1 warna sampai warna gado-gado ada. Kalau pilihan pribadi, saya lebih suka menggunakan lampu kecil dengan 1 warna saja. Yaitu warna natural agak kekuning-kuningan. Saya ngga bisa ngebayangin kalau ruangan saya dihias dengan lampu warna-warni. Kalau malam pasti lebih mirip dengan cafe-diskotik yang ada di tempat hiburan malam :D

Yang perlu diperhatikan lagi adalah panjang dari lampu hias tersebut. Kalau untuk ruangan ya pastinya dibutuhkan lampu yang panjang. Saya biasa membeli di Ace Hardware dan Gramedia. Lampu saya 1 setnya sekitar 10 m dan ujungnya terdapat colokan sambungan listrik. Gunanya untuk menyambungkan 1 set lampu dengan set lampu lainnya. Jadi ngga perlu pusing cari sumber listrik karena hanya berasal dari 1 sumber saja. Kalau punya 10 set ya berarti saya bisa menyambungkan langsung ke 10 set tersebut secara tidak terpisah dan hanya menggunakan 1 aliran sumber listrik. Jadi ngga ribet kan? Kebayang ngga kalau lampunya ngga ada sambungan tambahan? Asli pasti pada mikir, "ummm yg ini dicolokin dimana lagi ya?" *sambil garuk-garuk kepala ngeliatin dinding bagian bawah* hahaha...

Sumber: Google
Kaya gimana sih perubahan ruangan menjadi dramatis itu? Ini buktinya. Jangan lupa langsung dipraktikin di rumah ya!

Ya maklum aja kalau burem, kami pakai timer.

Tuh kan, walau dengan pencahayaan minimal, tapi suasana jadi lebih hangat. Padahal aslinya kalau siang, ruangan saya tuh berantakan. Hayooo.. siapa yang langsung tertarik untuk melakukan hal yang sama? Buruan deh diambil lampu natalnya. Daripada lampunya disimpan aja terus hanya dikeluarkan tiap bulan desember, kan mending dibuat dekorasi kamar dulu. Hihihi... Atau yang belum beli bisa dicari di toko terdekat. Yang aku punya 1 setnya itu kira-kira Rp. 100.000. *Seharusnya sebelum posting ini, aku minta endorse dari perusahaan listrik ya HAHAHA... <-- ada="" b="" baca.="" biar="" brand="" di-bold="" sengaja="" yang="">

Buat yang belum tahu, di bagian bawah workshop ini digunakan untuk tempat produksi dan juga kelas untuk workshop. Sayang sekali waktu sama Martha, kami hanya haha-hihi di atas saja. Jadi ngga ada fotonya. Tapi tenang, saya masih menyimpan foto saya bersama dengan sahabat-sahabat sewaktu kami mengadakan christmas dinner 2 bulan lalu. Kelas yang biasanya kosong melompong, malam itu berubah menjadi tempat romantis! Check this out.


Lampu-lampunya cukup dililitkan di sepanjang tangga, lalu saya teruskan sepanjang rak, laci dan tanaman. Juga saya bikin seperti flag bunting di atas. Pokoknya bebas diletakkan dimana saja asal tetap aman dari hal yang membahayakan seperti terkena air atau dari jangkauan anak-anak.



Benar kan terlihat romantis? Kayanya saya harus mengulangi momen ini lagi bersama Rinto :*

Saya, Oie, Mba Nana, Ingga, Dina, juga duo unyil Abel dan Ecel ngga perlu makan mewah di restoran Perancis. Cukup pesan makanan jadi lalu makan bersama di tempat ini. Ps. kami merindukanmu Bebiy Yonne!

Sekian tips yang cukup sederhana ini, semoga menginspirasi dan membuat kalian menjadi betah di rumah hehehe..Bye bye.

Sunday, February 7, 2016

Menyiasati ruangan kerja

Kenapa saya pilih warna putih untuk ruangan saya ? Tidak lain dan tidak bukan karena untuk menyiasati ruangan. Ruangan kerja saya hanya berukuran kecil, untuk membuatnya menjadi kelihatan lebih lega saya harus pintar dalam pemilihan barang dan warna. Furniture besarnya saya sengaja pakai mostly warna putih. Biar terlihat luas dan terang. Baru untuk printilannya saya bebas berekspresi menggunakan banyak warna. 

Sangat sulit untuk membuat meja kerja terlihat rapi. Pada kenyataannya, meja rapi hanya pada saat hendak difoto atau kedatangan tamu. lol. Selebihnya terlihat seperti kapal pecah. Namun ya itulah pekerjaan saya. Kalau rapi terus itu tandanya saya sepi orderan dong :D

Kemarin lagi-lagi saya iseng beberes ruangan kerja. 2 meja yang biasanya terpisah saya satukan hingga berbentuk siku. Beberapa barang juga saya pindah ke meja 1-nya. Lalu gambar saya tempelkan juga ke dinding sebelahnya. Simpel banget kan? Tapi langsung terlihat bagus!

Sebelum saya upload hasil bebenah, saya mau menulis sedikit tentang teman sekerja saya ya. Namanya mba Eni. Awal mula saya pindah workshop ke Griyo Kulo Resto bersama Oie, mba Eni lah yang pertama kali bekerja di workshop. Awalnya ia bernama mba Atih. Tapi karena hingga sudah berumur tapi belum dapat jodoh, maka orang tuanya sepakat untuk mengganti namanya menjadi mba Eni . Mba Eni adalah seorang yang sangat pemalu. Kadang mba Eni suka takut kalau saya suruh jaga di bazar yang jaraknya jauh dari tempat tinggalnya. Tetapi walaupun begitu, ia adalah orang yang tekun dan jujur. Saya sangat percaya kepadanya. Kejujurannya patut diacungi jempol. Dalam pandangan saya ia adalah orang yang tulus, sederhana, dan tidak macem2. Seumur hidupnya yang ia cita-citakan adalah menikah dan menjadi seorang ibu. Sewaktu saya memberi kabar soal persiapan pernikahan saya, tiba-tiba mba Eni nyeletuk, "Ah saya juga sebentar lagi menikah!" Padahal waktu itu ia belum punya pacar. Ternyata benar! Mba Eni bertemu dengan seorang laki-laki yang kemudian dengan proses yang sangat cepat melamar lalu menikahi mba Eni. Malah mereka menikahnya bulan April 2015, 1 bulan lebih cepat pernikahan saya. Dan Puji Tuhan setelah sebulan, mba Eni ternyata hamil!! Berita yang membuat kami, semua teman-temannya di workshop sangat berbahagia. Waktu berlalu, hingga kehamilan bulan ke-6 atua ke-7 ia terlihat sedikit kepayahan. Takut terjadi sesuatu, saya menyuruhnya untuk beristirahat di rumah sampai ia melahirkan. Dan setelah siap nanti boleh bekerja lagi di workshop. 

Hari Senin 18 Januari 2016, Pipi mengabarkan "mba, mba Eni meninggal." Serasa tidak percaya, rekan kerja saya yang berjuang dari bawah sudah tiada. Saya bersama dengan Oie, Banana, dan teman-teman workshop segera datang ke rumah mba Eni. Benar, mba Eni meninggal saat melahirkan anak pertamanya. Bayinya sempat hidup sebentar kemudian tidak tertolong :( Kami semua kehilangan mba Eni. Semua cita-citanya telah terpenuhi dan sekarang saatnya ia kembali ke Pemiliknya. Terima kasih mba Eni sudah menjadi bagian dari hari-hari kami dan selamat jalan mba Eni!

Mba Eni yang berbaju hijau, diambil setelah kami selesai beres di workshop baru kami.

Itu tadi sedikit cerita saya mengenai teman kerja saya. Awalnya saya tidak bermaksud untuk menceritakan kesedihan yang kami alami tapi waktu ingin mengupload, foto mba Eni ada di dalam folder kenangan kami :) 

*tarik nafas, buang nafas*
Sekarang saya kasih lihat ya hasil penggabungan meja yang saya maksud tadi. Simpelllll banget, sesimpel menggeser meja lalu tinggal meletakkan pernak-pernik yang kami punya :)


Semua hasil #latihanpegangkuas selalu saya simpan. Lalu saya tempelkan jadi hiasan deh! Lumayan banget kan buat dekor-dekor dindingnya supaya ngga terlihat sepi. Tanaman kecil juga saya tempatkan di sisi meja supaya terlhat ada hijau-hijau hehe.. Walaupun masih kurang, tapi dikit-dikit nanti mau saya tambah lagi.


Liat brush lettering yang baru ini deh. Bagus yahhh.. Tulisannya dibuat oleh teman saya yang sangatttt menggemaskan, namanya Miranti. Thanks Mamir! Lebih keselnya lagi, Miranti/Mamir bikinnya dengan effortless hahaha... 2 detik jadi! Kalian mau juga? Liat karya Miranti disini ya.


Ini Pipi dan mba Ita atau nama bekennya Pok Ita hihihi... Mereka juga yang berjasa di balik Ideku Handmade. Kemarin sore, kami iseng-iseng untuk foto di dalam workshop hihihi... 


Di antara semua foto di postingan ini, saya paling suka foto yang paling terakhir. I'm happy to see their happy faces. Semoga ke depannya kita akan seperti ini ya! Salam manisss dari kami semua yang berada di workshop. Xo

Tuesday, December 8, 2015

My Happy Place


Siapa sih yang ngga suka dekor-mendekor rumah atau kamar? Sepertinya setiap wanita suka banget sama kegiatan yang 1 ini. Walaupun bukan anak interior, tapi saya senang sekali. Karena pada dasarnya saya senang melihat ruangan sekeliling saya bersih dan rapi (saya ketularan suami nih sepertinya, dalam hal kerapian Rinto emang juaranya! Haha)

Sejak workshop saya pindah ke tempat yang ngga begitu jauh dari workshop lama, saya semakin rajin merapikan workshop. Konsep baru yang serba putih membuat saya semangat untuk bekerja. Suatu hari mba Anne dari @uwitan menawarkan untuk mengirimkan hadiah buat saya. Yang saya tahu, produk dari @uwitan ini bagus dan lucu bentuknya. Sesuai banget nih sama workshop saya. Ngga mau menyia-nyiakan kesempatan, lalu saya iyakan penawaran dari mba Anne.

Di suatu hari yang cerah, tiba-tiba ada paket sampai di workshop. Paket besar bertuliskan dari @uwitan. Yihhaaa!! Ini dia nih yang saya tunggu-tunggu. Kardus paket pun jadi sasaran keantusiame-an saya. Storage multifungsi dan tempat tissue square box sudah ada di tangan saya. Semua sesuai dengan harapan saya. Warnanya perpaduan putih dan coklat muda sesuai dengan konsep yang ada di workshop.


5 menit kemudian 2 produk tersebut sudah rapi di atas meja. Ah saya puas!!! Bahannya bagussss sekali. Storage multi fungsinya biasa dipakai orang untuk wadah roti. Tetapi oleh saya dipakai untuk tempat meletakan hasil karya yang baru selesai dibuat.

Terima kasih mba Anne, terima kasih @uwitan!! 

Wednesday, October 28, 2015

My happy space

Berawal dari kesukaan browsing, saya banyak mendapat inspirasi dari banyak sumber. Seperti dalam hal penataan ruangan kerja. Sebenarnya sudah sejak bertahun-tahun lalu saya ingin sekali punya ruangan kerja yang rapi dan bersih. Fyi, saya memulai Ideku Handmade ini sekitar akhir tahun 2008. Jadi ya sudah 7 tahun ini cita-cita saya akan ruangan kerja yg cute ngga pernah sirna.Tetapi karena keterbatasan tempat, ruangan kerja yg saya impikan itu tidak pernah tercapai. Kira-kira 2 bulan lalu, saya bersama teman-teman Ideku Handmade pindah untuk yg ke 5 kalinya. Tidak begitu jauh sih dari tempat semula. Kami menempati rumah sewaan kecil. Tapi menurut saya tempat ini cukup nyaman untuk ditempati sebagai tempat kerja.

Sebulan lalu saya, Oie, dan Banana pergi ke Ikea untuk membeli segala peralatan yang kami butuhkan. Mulai dari meja, kursi, pot tanaman, karpet, sampai ke pernak-pernik kami beli disana. Sebulan berlalu, segala peralatan yg sudah dibeli tidak pernah tersentuh dan masih rapi di kardusnya karena tidak ada waktu untuk membereskannya. Baru kemarin saya dibantu oleh Pok Ita, Mba Eni, dan Pipi bisa beberes. Tadaaaaaaa... inilah ruang kerja yg saya miliki! Walaupun tempatnya sempit tapi saya sudah lumayan puas. Semoga di tempat baru ini semangat kerja bisa semakin bertambah ya!


Walaupun dihias seadanya, tapi saya cukup senang. Mejanya lumayan besar untuk menggambar dan saya bisa memajang hasil karya yg sudah saya buat. Bagaimana dengan kamu? Saya tahu, pekerjaan 'beberes' ruangan kerja cukup mengasyikan untuk dilakukan.Efeknya? Langsung jadi semakin semangat bekerja :)

Brush lettering Family Comes First hadiah dari Buni @Besinikel
Kantong-kantong besar hasil dari workshop bulan ini juga ikutan dipajang di salah 1 sudut.
Untuk taplak moti chevron ini juga saya buat sendiri. Lumayan, hanya 5 menit!
Ini dia Pok Ita, Mba Eni, dan Pipi setelah membantu saya beberes. Hihihi....
Semoga menginspirasi ya. Tempat kecil saya yg menyenangkan ini akan saya beri hashtag #IHworkspace di  instagram. Kalau kalian sudah punya tempa bekerja sendiri, boleh loh di tag ke saya. Happy cleaning! Cup muah. XO